TEMANI

Panduan Shalat

Shalat Witir

Penutup shalat malam, rakaat ganjil

Shalat penutup shalat malam dengan rakaat ganjil (1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat). "Jadikanlah akhir shalat malam kalian sebagai witir (ganjil)." (HR. Bukhari no. 998, Muslim no. 751). Hukumnya sunnah muakkad — Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik mukim maupun safar.

1. Niat Witir 1 Rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri rak'atan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah Ta'ala.”

2. Niat Witir 3 Rakaat

أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal witri tsalaatsa raka'aatin lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah witir tiga rakaat karena Allah Ta'ala.”

3. Doa Qunut Witir

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allaahummahdinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baariklii fiimaa a'thait, wa qinii syarra maa qadlait, fa innaka taqdlii wa laa yuqdlaa 'alaik, innahu laa yadzillu man waalait, tabaarakta Rabbanaa wa ta'aalait.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan sebagaimana orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara. Berkahilah aku pada apa yang telah Engkau berikan. Peliharalah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Maha Suci Engkau ya Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.”

HR. Abu Dawud no. 1425, At-Tirmidzi no. 464, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dari Al-Hasan bin Ali, dinilai hasan shahih.

Dianjurkan pada paruh kedua bulan Ramadhan menurut sebagian ulama.

Boleh dikerjakan dengan setiap dua rakaat satu salam lalu ditutup satu rakaat witir, atau langsung 3/5/7 rakaat dengan satu tasyahud akhir dan satu salam. Waktu witir adalah setelah shalat Isya hingga terbit fajar; jika yakin akan bangun malam, lebih utama mengakhirkannya di sepertiga malam terakhir — "shalat di akhir malam disaksikan (oleh malaikat), dan itu lebih utama" (HR. Muslim no. 755). Qunut witir dianjurkan sebagian ulama pada paruh kedua bulan Ramadhan.

Rujukan: HR. Bukhari no. 998, Muslim no. 751 & 755