TEMANI

Panduan Shalat

Shalat Taubat

Dua rakaat setelah berbuat dosa

"Tidaklah seseorang berbuat dosa, kemudian ia bersuci (berwudhu) dengan baik, lalu berdiri mengerjakan shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya." (HR. At-Tirmidzi no. 406, Abu Dawud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, dinilai shahih oleh Al-Albani).

1. Niat Sunnah Taubat

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

2. Istighfar Setelah Shalat Taubat

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiimal ladzii laa ilaaha illaa Huwal Hayyul Qayyuumu wa atuubu ilaih.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

HR. Abu Dawud no. 1517, At-Tirmidzi no. 3577, dinilai shahih oleh Al-Albani.

Tata cara: berwudhu dengan sebaik-baiknya, shalat dua rakaat seperti shalat sunnah pada umumnya, lalu setelah salam memperbanyak istighfar dan menyesali dosa yang telah diperbuat, disertai tekad untuk tidak mengulanginya.

Rujukan: HR. At-Tirmidzi no. 406, Abu Dawud no. 1521