Shalat Tarawih
Shalat malam khusus bulan Ramadhan
Dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri, khusus bulan Ramadhan. "Barangsiapa mendirikan shalat malam Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari no. 37, Muslim no. 759).
1. Niat Sunnah Tarawih
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ (إِمَامًا/مَأْمُومًا) لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat taraawiihi rak'ataini (imaaman/ma'muuman) lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat (sebagai imam/makmum) karena Allah Ta'ala.”
Dikerjakan setiap dua rakaat satu salam, setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar, ditutup dengan shalat witir. Mengenai jumlah rakaat, terdapat keragaman praktik: sebagian mengerjakan 8 rakaat mengikuti riwayat Aisyah tentang kebiasaan Nabi ﷺ tidak menambah lebih dari 11 rakaat termasuk witir (HR. Bukhari no. 1147, Muslim no. 738), sebagian lain 20 rakaat mengikuti praktik pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Kedua praktik memiliki dasar riwayat masing-masing; panduan ini tidak memihak salah satu, karena inti ibadahnya (qiyam Ramadhan) sama-sama disyariatkan.
Rujukan: HR. Bukhari no. 37 & 1147, Muslim no. 759 & 738