Shalat Tahajud (Qiyamul Lail)
Sepertiga malam terakhir
Shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, walau sejenak. "Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji." (QS. Al-Isra': 79). "Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163). Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir: "Allah Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir." (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758).
1. Niat Sunnah Tahajud
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatat tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
2. Doa Iftitah Tahajud (Doa Bangun Malam)
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ
Allaahumma lakal hamdu Anta nuurus samaawaati wal ardli wa man fiihinn, wa lakal hamdu Anta qayyimus samaawaati wal ardli wa man fiihinn.
Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau pengatur langit dan bumi serta siapa yang ada di dalamnya.”
HR. Bukhari no. 1120, Muslim no. 769, dari Ibnu Abbas (cuplikan doa tahajud Nabi ﷺ yang lebih panjang).
Dikerjakan dua rakaat-dua rakaat (bisa 2, 4, 8, atau lebih sesuai kemampuan), setiap dua rakaat satu salam: "Shalat malam itu (dikerjakan) dua rakaat-dua rakaat." (HR. Bukhari no. 990, Muslim no. 749). Ditutup dengan shalat witir sebagai rakaat terakhir malam itu.
Rujukan: QS. Al-Isra' 79; HR. Bukhari no. 1145 & 990, Muslim no. 1163, 758 & 749