Shalat Sunnah Rawatib
Mengiringi shalat fardhu lima waktu
Shalat rawatib adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu lima waktu — sebelumnya disebut qabliyah, sesudahnya disebut ba'diyah. "Aku menghafal dari Nabi ﷺ sepuluh rakaat: dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Maghrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah Isya di rumah beliau, dan dua rakaat sebelum shalat Shubuh." (HR. Bukhari no. 1180, Muslim no. 729). Digenapkan menjadi 12 rakaat muakkad berdasarkan riwayat Ummu Habibah: "Barangsiapa shalat dua belas rakaat dalam sehari semalam, akan dibangunkan untuknya rumah di surga." (HR. Muslim no. 728), ditambah riwayat At-Tirmidzi tentang 4 rakaat sebelum Zhuhur dan 2 rakaat sebelum Ashar. Rincian 12 rakaat muakkad: 2 rakaat qabliyah Subuh, 2 (atau 4) rakaat qabliyah Zhuhur, 2 rakaat ba'diyah Zhuhur, 2 rakaat ba'diyah Maghrib, 2 rakaat ba'diyah Isya.
1. Niat Sunnah Qabliyah Subuh
أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatash shubhi rak'ataini qabliyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sebelum Shubuh dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
"Dua rakaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya." — HR. Muslim no. 725, dari Aisyah.
2. Niat Sunnah Qabliyah Zhuhur
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatazh zhuhri rak'ataini qabliyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sebelum Zhuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
3. Niat Sunnah Ba'diyah Zhuhur
أُصَلِّي سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatazh zhuhri rak'ataini ba'diyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sesudah Zhuhur dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
4. Niat Sunnah Ba'diyah Maghrib
أُصَلِّي سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal maghribi rak'ataini ba'diyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sesudah Maghrib dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
5. Niat Sunnah Ba'diyah Isya
أُصَلِّي سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal 'isyaa-i rak'ataini ba'diyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sesudah Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
6. Niat Sunnah Qabliyah Ashar (ghairu muakkad)
أُصَلِّي سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal 'ashri rak'ataini qabliyyatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah sebelum Ashar dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
"Semoga Allah merahmati seseorang yang shalat sebelum Ashar empat rakaat." — HR. Abu Dawud no. 1271, At-Tirmidzi no. 430, dinilai hasan oleh At-Tirmidzi dan shahih oleh Al-Albani.
Dianjurkan (ghairu muakkad), bukan sekuat 10-12 rakaat rawatib muakkad di atas.
Tata cara umum: dikerjakan seperti shalat dua rakaat biasa (takbiratul ihram, Al-Fatihah dan surat pendek, ruku', i'tidal, sujud dua kali, duduk di antara dua sujud, tasyahud, dan salam), tanpa adzan dan iqamah, bacaan tidak dinyaringkan (sirr) baik siang maupun malam. Jika lebih dari dua rakaat, setiap dua rakaat diakhiri satu salam. Disunnahkan berpindah tempat sedikit dari tempat shalat fardhu.
Rujukan: HR. Bukhari no. 1180, Muslim no. 729 & 728, At-Tirmidzi