TEMANI

Panduan Shalat

Shalat Istisqa

Memohon hujan

Abdullah bin Zaid menceritakan bahwa Nabi ﷺ keluar menuju tanah lapang untuk shalat istisqa, menghadap kiblat, membalik posisi selendangnya, dan shalat dua rakaat (HR. Bukhari no. 1024, Muslim no. 894).

1. Niat Sunnah Istisqa

أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal istisqaa-i rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah istisqa dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

Dikerjakan dua rakaat berjamaah di tanah lapang, dengan tata cara takbir seperti shalat id (7 takbir di rakaat pertama, 5 takbir di rakaat kedua) menurut sebagian ulama, atau tanpa takbir tambahan menurut riwayat lain. Sebelum berangkat, dianjurkan berpuasa, bersedekah, dan bertaubat dari dosa-dosa. Imam membalik posisi selendang/pakaian bagian luar sebagai bentuk pengharapan perubahan keadaan dari kering menjadi basah, dilanjutkan khutbah berisi banyak istighfar dan doa memohon hujan.

Rujukan: HR. Bukhari no. 1024, Muslim no. 894