TEMANI

Panduan Shalat

Shalat Istikharah

Memilih di antara dua perkara yang mubah

Dikerjakan ketika seseorang hendak mengambil keputusan atau memilih di antara dua perkara yang boleh (mubah), dan ia tidak tahu mana yang lebih baik baginya. "Rasulullah ﷺ mengajari kami shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajari kami surat Al-Qur'an." (HR. Bukhari no. 1162, dari Jabir bin Abdillah).

1. Niat Sunnah Istikharah

أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala.”

2. Doa Istikharah (Setelah Salam)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ

Allaahumma innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as-aluka min fadhlikal 'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdir, wa ta'lamu wa laa a'lam, wa Anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiih. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal amra syarrul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii, fashrifhu 'annii washrifnii 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kaana tsumma ardlinii bih.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Namun jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku, maka jauhkanlah dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.”

HR. Bukhari no. 1162, dari Jabir bin Abdillah.

Dikerjakan dua rakaat seperti shalat sunnah biasa, boleh kapan saja selain waktu-waktu terlarang. Setelah salam, membaca doa istikharah sambil menghadirkan dalam hati perkara yang sedang dipertimbangkan.

Rujukan: HR. Bukhari no. 1162