Shalat Hajat
Memohon dikabulkannya suatu kebutuhan
Seorang laki-laki tunanetra meminta Nabi ﷺ mendoakannya; Nabi ﷺ memerintahkannya berwudhu dengan sempurna, shalat dua rakaat, lalu berdoa dengan doa tertentu (HR. At-Tirmidzi no. 3578, Ibnu Majah no. 1385, dinilai shahih). "Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat dua rakaat dengan sempurna, Allah akan memberikan apa yang ia minta, baik segera maupun ditangguhkan." (HR. Ahmad no. 27091).
1. Niat Sunnah Hajat
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Tata cara: berwudhu dengan sempurna, shalat dua rakaat, lalu setelah salam memuji Allah, bershalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian memanjatkan doa memohon hajat/kebutuhan yang diinginkan dengan bahasa apa pun, disertai keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Rujukan: HR. At-Tirmidzi no. 3578, Ahmad no. 27091