Shalat Dhuha
Pagi hari hingga menjelang Zhuhur
Dikerjakan pada waktu matahari mulai naik (kira-kira 15-20 menit setelah terbit) hingga menjelang masuk waktu Zhuhur. Waktu paling utama adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan terasa panas. Jumlah rakaat minimal 2, boleh 4, 6, atau 8 rakaat, setiap dua rakaat satu salam. "Setiap pagi, setiap ruas persendian dari kalian wajib dikeluarkan sedekahnya… dan itu semua bisa tercukupi dengan mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat." (HR. Muslim no. 720). Nabi ﷺ berwasiat kepada Abu Hurairah dengan tiga hal, salah satunya shalat Dhuha dua rakaat (HR. Bukhari no. 1981, Muslim no. 721).
1. Niat Sunnah Dhuha
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatadl dluhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
2. Istighfar Setelah Shalat Dhuha
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Rabbighfir lii wa tub 'alayya innaka Antat Tawwaabur Rahiim.
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
HR. Abu Dawud no. 1516, At-Tirmidzi no. 3434, dari Ibnu Umar, dinilai shahih oleh Al-Albani. Boleh dibaca berulang hingga 100 kali (HR. Bukhari no. 6307).
Boleh membaca surat apa saja; sebagian ulama menganjurkan surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan Ad-Dhuha pada rakaat kedua, namun ini bukan ketetapan hadits shahih khusus — sifatnya pilihan. Catatan penting: doa populer "Allaahumma innadl-dluhaa-a dluhaa-uka…" tidak memiliki sanad yang shahih dari Nabi ﷺ sehingga sengaja tidak dicantumkan di sini. Sebagai gantinya, dianjurkan memperbanyak istighfar setelah shalat.
Rujukan: HR. Muslim no. 720 & 721, Bukhari no. 1981